- “Belajar itu susah kalo gak pake logika”
- “Bukannya saya merendahkan profesi lain; logika ilmu kedokteran adalah logika yang terbaik.”
- “Kalau belajar itu cari tau ceritanya. Biar seru, biar semangat. Tau kenapa nama penyakitnya claudicatio intermiten? Itu nama kaisar jaman Romawi, Claudius, yang kakinya sakit tiap kali jalan jauh..”
dr. EY, Sp. B. Onk
“Jadi dokter di Indonesia harus inovatif, karena gak semua pusat kesehatan punya alat lengkap”
dr. EB, Sp. BA.
“Kalo jaga tuh baca dong. Masa pasien cuma dikit gak mau baca”
dr. EBPSA, Sp. BS.
- “Belajar itu juga ada ilmunya. Kalo kamu baca buku kamu sudah harus punya konsep di kepala. Jadi tau apa yang harus dicari dalam bacaanmu. Intinya apa, harus ngerti.”
- “Saya 20 tahun yang lalu juga seperti kalian. Masa kalian 20 tahun kemudian masih sama seperti saya dulu? Murid tu harus lebih pinter dari gurunya. Kalo gini terus, kapan Indonesia maju?”
dr. WW, Sp. BTKV.
- “Pemeriksaan penunjang adalah semata penunjang dari temuan klinis. Jadi mantapkan anamnesis dan pemeriksaan fisikmu. Jangan terlalu bergantung pada pemeriksaan penunjang.”
- “Tugas utama dokter itu membuat diagnosis. Jangan sampai ada pasien datang dan kamu hanya memberi obat simtomatis, tidak berusaha memeriksa dan mendiagnosis dengan benar.”
dr. AM, Sp. B-KBD.
- “Saya memang keras pada kalian seperti ini, karena saya tidak mau lagi ada dokter-dokter yang bertindak konyol, yang akhirnya terkena malpraktik. Sudah terlalu banyak kasus dokter yang konyol.”
dr. S, Sp.B-K.Onk.



