Archive for October, 2008

28
Oct

Cintaku pada Bidang Ilmu Penyakit Infeksi

Minggu ini komuda di bagian anak. 2 weeks to go to graduation, which means 3 weeks to go to koass. Huah so nervous yet haven’t been preparing anything.

Hari ini kami berlatih pemeriksaan fisik, dengan istilah keren bedside teaching. Wow, a real bedside, dengan pasien sebagai objek. Uh, maaf ya dek.. Hari ini kami belajar tentang DHF alias Dengue Haemorrhagic Fever alias Demam Berdarah Dengue dan sedikit tentang TB alias tuberkulosis. Juga tentang imunisasi, kapan harus diberikan dan berapa dosisnya.

DHF atau DBD merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri alias self-limiting disease. DHF adalah demam yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang manifestasi perdarahan dan kebocoran plasmanya kadang tak terdeteksi atau tertangani dengan segera. Dan seringkali hal inilah yang fatal.

Demikian pula TB, angka kesakitannya masih demikian tinggi di Indonesia. Di Semarang saja masih banyak daerah endemisnya. Aku tahu beberapa tempat. Not to mention lah.

Besok topiknya adalah gastrointestinal dan gizi. Artinya topik paling hangat yang sangat mungkin akan dibahas adalah gizi buruk. Dan tentu sebagai orang yang hobi protes dan mengeluh, aku langsung mencari objek untuk disalahkan, yaitu pemerintah, for failing to feed the children.

Well yeah, ITULAH INDONESIA!!! (dr. Erwin’s song)

26
Oct

Love love love

Ketika cinta datang, kita tak tahu pasti apakah dia cinta, ataukah hanya nafsu.

Saat kita benar-benar menginginkan sesuatu, saat itu juga, belum tentu pula sebuah urgensi atas cinta. Bisa saja hanya nafsu.

Tiba-tiba aku ingat novel karya seorang teman, obsesi versus cinta.

Obsesi berarti kita benar-benar menginginkannya, dan ketika mendapatkannya, kita merasa biasa saja, tidak luar biasa senangnya. Bahkan kita akan heran mengapa dulu begitu menginginkannya. Sebaliknya cinta, kita menginginkannya, dan saat mendapatkannya, kita menginginkannya lagi dan lagi, minimal ingin mempertahankannya.

Tetap saja, pertanyaanku belum terjawab. Ini cinta atau apa?!

18
Oct

Been through hectic days

It’s been a week since my cycle started in obgyn. Was lack of sleep, mealtime, playtime, energy, intelligence (that’s too bad). No wonder I dropped 1 kg (hahaha, no significant). Junior clerkship (komuda, red) means having thorough observations on everything that’s possibly observable. Including how the residents work and learn. And that’s the interesting part.

Why is it so? Because I believe they are very busy, very energetic (since I don’t see any of them using the elevator, even once), very obgyn-absorbed (no time for any other thing), and smart, for sure. Making me think again about having a future of becoming a resident of this department.

Anyway, even I’ve convinced myself that all these bold javanese- or- whatsoever- procedures that’s well-known in this department, I still consider that the obgyn doctor is one of heroes in the world. Heroes to mothers, hence heroes to the babies, hence heroes to the next generations. Awesome!!!

11
Oct

Absurd banget, ga usah dibaca…

Hatiku biru.

I love you so much from the deepest of my heart but I can’t tell you. It’s hard but life must go on. Go to your own sweet way, reach your love. Be happy and I’ll be happy for you. I know it’s hard so let me just cry a little while. I’m sure I’ll be okay. I’m tough, you know… though I’m not sure I won’t love you for life.

… Buat orang itu :,-(

*teruntuk siapa (yang mana?!) aku juga lupa. DItemukan di diary ku tanggal 28 Agustus 2008

08
Oct

Konsep Diri yang Memudar

Itulah yang terjadi pada diri saya. Hari ini saya diingatkan bahwa semua manusia mempunyai potensi. Potensi tersebut apabila digali dan dipastikan berubah menjadi manifestasi, maka efeknya mengagumkan. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan, apabila kita benar-benar mau melakukannya. Bahkan seluruh dunia pun turut serta membantu berubahnya potensi kita menjadi manifestasi (disadur dari Paulo Coelho).

Saya pernah ingat bahwa saya punya beberapa kelebihan. Namun saya juga ingat saya punya banyak kekurangan dan kelemahan yang sangat mengganggu, memalukan, menghambat. Sayangnya kelebihan dan pengalaman yang saya punya tiba-tiba terasa memudar (Sebenarnya tidak tiba-tiba tapi kronik progresif). Tiba-tiba saya terlalu disibukkan untuk menghilangkan kekurangan saya. Itulah definisi ‘tumbuh’ dan ‘berkembang’ yang saya yakini. Tiba-tiba saja keyakinan diri saya akan kemampuan dan pengalaman saya mulai memudar. Seakan saya amnesia atas apa yang telah saya lalui, pelajari, dan akhirnya saya dapatkan sebagai sebuah kompetensi baru. Rasanya sekarang saya berada dalam kondisi beberapa tahun lalu atau bahkan kondisi saat masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Padahal beberapa tahun yang berat maupun ringan pernah saya lalui (saya yakin semua orang juga demikian, sih), dan saya yakin saya lebih matang dari sebelumnya. Namun tetap saja, kok saya tidak ingat bahwa saya bisa ini dan bisa itu, tahu ini dan tahu itu.

Dan ujung-ujungnya adalah diremehkan. Saya benci diremehkan! Pernah ada orang yang mengira saya tidak bisa ini dan tidak bisa itu. Tidak tahu ini dan tidak tahu itu. Tidak pernah mengalami hal seperti ini dan itu. Hhhh.. Saya terus mengingat kata-kata BJ Habibie, ‘diremehkan (di-under estimate) musuh berarti kita menang separuh darinya’. Saya selalu mengingatnya, agar tetap santai kalau diremehkan.

Bukan, bukan mengeluh. Bukan pula merajuk pada dunia untuk melihat diri saya seutuhnya dengan masa lalu saya yang gemilang (maksudnya dibanding saat ini), bahwa saat ini saya pasti masih bisa. Karena jangan-jangan memang saya sedang amnesia. Jangan-jangan memang saya lupa akan pengetahuan, pengalaman, dan kompetensi yang telah susah payah saya dapatkan, sehingga saya menjadi bodoh?!

Sedihnya apabila demikian. Sedih!

Saya memang tukang mengeluh. Kata seorang teman, banyak mengeluh mengurangi pahala.

Akhir kata, mempertahankan mood pada kondisi hipertimi adalah tujuan utama saya saat ini. Stay happy!!!!




Archive

On Goodreads

Widget_logo

On Facebook


Darmawati Ayu Indraswari's Facebook profile

Love these

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)-nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 31: 27).

...

"Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk." (QS 2: 45)

...

“Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259)

...

“Waktu itu laksana pedang, jika Anda tidak mempergunakannya maka dia akan memenggal leher Anda sendiri (Ali bin Abi Thalib)”

...

Be true to your heart, cause your heart can tell you no lies. (Stevie Wonder & 98 Degrees' True to Your Heart)