Archive for October 16th, 2009

16
Oct

Aku stase bedah, sibuk sekalii

Dengan beranggotakan sepuluh orang koas bulan pertama di bedah, jadilah kami pasukan jaga dingdong alias sehari jaga sehari gak jaga.

Dengan demikian aku mencuekkan banyak teman-temanku, keluargaku di rumah, dan hobi menulisku. Oh, dan hobi tidurku. Oh ternyata yang terakhir masih bisa diselamatkan, karena aku pernah datang terlambat karena tidur panjang! Hina.

Minggu ketiga di stase bedah, aku merasa sudah mengalami banyak hal. Bukan, bukan berarti aku telah belajar banyak. Taulah, aku yang malas ini. Aku hanya melihat lebih banyak hal, menjahit sedikit, dan mengarang-karang jawaban untuk supervisor atas pertanyaan-pertanyaan mereka tentang ilmu bedah.

Banyak cerita di bedah. Ingin hati menuliskannya, namun terlalu lelah, ngantuk, atau sekedar malas.

Secara garis besar,

Bedah digestif: aku tidak mendapatkan apapun di sini. Hanya menyadari bahwa ternyata kejadian kanker saluran cerna cukup banyak. Sebagian besar pasien kanker saluran cerna berusia dewasa atau tua, tapi banyak baik pada laki-laki maupun perempuan…

Bedah plastik: mempesona! Ternyata bagian ini bukan bagian yang semata mengubah yang normal menjadi supranormal. Itu hanya pada bedah plastik kosmetik. Bedah plastik rekonstruksi berarti mengubah yang abnormal menjadi mendekati normal. Sungguh keren! Apa yang tubuh bisa lakukan, dan dibantu dengan tangan-tangan ahli bedah plastik!

Apa yang kulakukan di minggu ini? Aku ikut mengganti balut pasien luka bakar, patah tulang, luka baring.. Aku presentasi dan diskusi dengan para supervisor yang edukatif. Aku ikut visite dan mendengarkan ilmu. Alhamdulillah.

Bedah toraks vaskuler: sungguh aku tidak bisa melupakan saat-saat itu: pada operasi pemasangan katup jantung sintesis (valvuloplasty), jantung yang terpapar dunia luar itu terus berdenyut. Denyutannya teratur, seakan hendak melompat dari kandangnya yaitu rongga dada. Subhanallah. Tak sadar air mataku menetes. Entah kenapa. Begitu agung, jantung itu. Aku cinta jantung.

Aku pun pernah menjadi asisten sebuah operasi bernama AV-shunt. Analogi dari operasi ini adalah menyatukan dua buah pipa supaya alirannya lebih deras dan lumennya lebih besar. Indah!

Jaga UGD: Sejauh ini kegiatan yang paling menyenangkan di bedah adalah jaga UGD. Kita menerima pasien, menanyakan riwayat penyakitnya (anamnesis), kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Apabila pasien mengalami luka terbuka, maka kita menjahitnya. Pengelolaan pasien dari awal sampai akhir boleh kita lakukan. Menyenangkan! Terlepas dari kelelahan fisik yang kadang meminta haknya untuk istirahat dan tidur panjang.

Bedah, still more to come!!!

16
Oct

Kemunduran Kronis

Hari ini harus lebih baik dari kemarin, atau kamu akan merugi.

Kalimat itu sungguh sakti. Aku sungguh sebaliknya. Semakin hari semakin buruk. Boleh dibandingkan antara hari ini dan kemarin, atau minggu lalu, atau bulan lalu, atau tahun lalu, atau bertahun-tahun lalu. Rasanya semua memburuk.

Secara fisik aku menggemuk, ototku melunak. Secara mental aku semakin manja, tidak bertanggungjawab, dan malas. Secara keimanan, hm aku tidak berani merasa pernah tinggi atau baik. Secara sosial, temanku belum bertambah secara signifikan. Secara kedewasaan, aku masih saja tergantung pada orang lain untuk membangunkanku. Secara akademis aku semakin malas membaca teksbuk.

Jadi apa yang lebih baik pada diriku saat ini, dibanding masa SMP ku, atau saat aku di asrama ketika SMA, atau bahkan semester awal di kedokteran? Aku banyak melupakan nilai-nilai lama, aku melupakan idealisme. Aku melupakan impian-impian kerenku.. Aku lupa! Aku pelupa!

16
Oct

Cantik?!

Apa sih definisi cantik? Suatu hari seorang temanku datang dan berkata, “Ayu, kamu dandan dong. Biar jadi cantik. Aku mau lho, jadi konsultan kecantikan buatmu.”

Dan itu bukan yang pertama kali. Ada juga seorang teman yang berkata demikian, beberapa bulan atau tahun sebelumnya.

Bukan itu intinya. Aku hanya sedang ingin curhat, betapa mata adalah indra yang sangat diandalkan. Pandangan kasat mata adalah segalanya. Cantik berarti secara fisik menarik, baik itu wajah mulus, kulit putih, hidung mancung, badan langsing, atau apapun lah.

Aku gak tau kenapa pulang dari reuni, ada beberapa teman cewekku yang di-sms oleh teman-teman cowok. OH, aku tau. Karena beberapa teman cewekku itu cantik. Iya cantik.

Aku gak tau kenapa banyak teman cowokku memilih mengobrol dengan si ini atau si itu. Oh, aku tau. Karena si ini dan si itu lebih cantik. Iya, lebih cantik. Bahkan mereka tidak memberi kesempatan kepada cewek yang biasa-biasa saja. No, not a chance!!

Kata seorang temanku yang (menurut banyak cowok) cantik, “Bagaimana mungkin kamu membuat orang lain (cowok) mau ngobrol denganmu, jika tampilanmu tidak menarik.”

Kata temanku itu lagi, “Iya Ayu, aku juga dulu sepertimu. Berharap orang lain (cowok) menyadari kecerdasanku, kekerenanku, keasyikanku, dan segala kebaikanku. Berharap karena semua itu, orang lain (cowok) mau mencoba mendekatiku. Setidaknya ngobrol denganku.. Tapi ternyata memang penilaian pertama adalah dari penampilan kita. Tidak bisa tidak.”

Semakin hari, semakin kumengamati kenyataan itu. Saat reuni, saat lebaran, saat di rumah sakit. Komentar mayoritas orang (cowok), “Udah cantik, baik pula.” dan bukan sebaliknya “Udah baik, manis pula.”

Ya ya ya ya, setelah ini aku fitness, facial, perawatan wajah, biar jadi langsing, putih, mulus. Dan kita lihat hasilnya nanti…

Tapi kemudian, bahkan pada kondisi tercantikku sekalipun, tidak ada orang yang benar-benar tertarik padaku. Bukan aku mencari fans. Aku hanya mencoba menilai eksistensi diri. Sekaligus membuat prognosis mengenai cita-cita menikahku yang tidak boleh terlalu lama dari sekarang.

Hm, jadi pasti ada yang salah dengan kecantikan internalku. Inner beauty. Adakah di sana, di dalam diriku ini?

Sekarang dibalik… Apa sih ganteng?? Ganteng secara fisik menurutku terlalu relatif. Aku pernah bilang ada cowok pesek yang ganteng. Aku juga pernah bilang ada cowok yang guendut sebagai orang yang ganteng..

Apakah aku juga demikian, memuja manusia ganteng dan mendiskreditkan manusia yang tidak ganteng? Aku selalu berusaha membalik seperti ini, kapanpun aku merasa tersiksa ketika orang cantik yang kebetulan sedang bersamaku mendapat perhatian dari cowok dan aku dianggap tidak ada di situ. Tapi ternyata memang sulit.

Look is almost everything! Even for me who hates that statement!!

Haha, dunia memang gila.




Archive

On Goodreads

Widget_logo

On Facebook


Darmawati Ayu Indraswari's Facebook profile

Love these

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)-nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 31: 27).

...

"Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk." (QS 2: 45)

...

“Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259)

...

“Waktu itu laksana pedang, jika Anda tidak mempergunakannya maka dia akan memenggal leher Anda sendiri (Ali bin Abi Thalib)”

...

Be true to your heart, cause your heart can tell you no lies. (Stevie Wonder & 98 Degrees' True to Your Heart)