Apa sih definisi cantik? Suatu hari seorang temanku datang dan berkata, “Ayu, kamu dandan dong. Biar jadi cantik. Aku mau lho, jadi konsultan kecantikan buatmu.”
Dan itu bukan yang pertama kali. Ada juga seorang teman yang berkata demikian, beberapa bulan atau tahun sebelumnya.
Bukan itu intinya. Aku hanya sedang ingin curhat, betapa mata adalah indra yang sangat diandalkan. Pandangan kasat mata adalah segalanya. Cantik berarti secara fisik menarik, baik itu wajah mulus, kulit putih, hidung mancung, badan langsing, atau apapun lah.
Aku gak tau kenapa pulang dari reuni, ada beberapa teman cewekku yang di-sms oleh teman-teman cowok. OH, aku tau. Karena beberapa teman cewekku itu cantik. Iya cantik.
Aku gak tau kenapa banyak teman cowokku memilih mengobrol dengan si ini atau si itu. Oh, aku tau. Karena si ini dan si itu lebih cantik. Iya, lebih cantik. Bahkan mereka tidak memberi kesempatan kepada cewek yang biasa-biasa saja. No, not a chance!!
Kata seorang temanku yang (menurut banyak cowok) cantik, “Bagaimana mungkin kamu membuat orang lain (cowok) mau ngobrol denganmu, jika tampilanmu tidak menarik.”
Kata temanku itu lagi, “Iya Ayu, aku juga dulu sepertimu. Berharap orang lain (cowok) menyadari kecerdasanku, kekerenanku, keasyikanku, dan segala kebaikanku. Berharap karena semua itu, orang lain (cowok) mau mencoba mendekatiku. Setidaknya ngobrol denganku.. Tapi ternyata memang penilaian pertama adalah dari penampilan kita. Tidak bisa tidak.”
Semakin hari, semakin kumengamati kenyataan itu. Saat reuni, saat lebaran, saat di rumah sakit. Komentar mayoritas orang (cowok), “Udah cantik, baik pula.” dan bukan sebaliknya “Udah baik, manis pula.”
Ya ya ya ya, setelah ini aku fitness, facial, perawatan wajah, biar jadi langsing, putih, mulus. Dan kita lihat hasilnya nanti…
Tapi kemudian, bahkan pada kondisi tercantikku sekalipun, tidak ada orang yang benar-benar tertarik padaku. Bukan aku mencari fans. Aku hanya mencoba menilai eksistensi diri. Sekaligus membuat prognosis mengenai cita-cita menikahku yang tidak boleh terlalu lama dari sekarang.
Hm, jadi pasti ada yang salah dengan kecantikan internalku. Inner beauty. Adakah di sana, di dalam diriku ini?
Sekarang dibalik… Apa sih ganteng?? Ganteng secara fisik menurutku terlalu relatif. Aku pernah bilang ada cowok pesek yang ganteng. Aku juga pernah bilang ada cowok yang guendut sebagai orang yang ganteng..
Apakah aku juga demikian, memuja manusia ganteng dan mendiskreditkan manusia yang tidak ganteng? Aku selalu berusaha membalik seperti ini, kapanpun aku merasa tersiksa ketika orang cantik yang kebetulan sedang bersamaku mendapat perhatian dari cowok dan aku dianggap tidak ada di situ. Tapi ternyata memang sulit.
Look is almost everything! Even for me who hates that statement!!
Haha, dunia memang gila.


I believe that the essential is invisible to the eyes…
I love you, Cis. You see the invisible :))